Rabu, 30 Desember 2015
Selasa, 29 Desember 2015
Laporan Keuangan PT PLN (Persero) Triwulan III 2015
(Jakarta, 16/10/2015) PT PLN (Persero) telah menerbitkan laporan keuangan Triwulan III tahun 2015 (tidak diaudit) dengan perbandingan laporan posisi keuangan 31 Desember 2014 dan 1 Januari 2014/ 31 Desember 2013.
Pendapatan penjualan tenaga listrik PT PLN (Persero) pada Triwulan III 2015 mengalami kenaikan sebesar Rp20,7 triliun atau 15,56% sehingga menjadi Rp153,9 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp133,3 triliun. Pertumbuhan pendapatan ini berasal dari kenaikan volume penjualan kWh menjadi sebesar 149,7 Terra Watt hour (TWh) atau naik 1,94% dibanding dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 146,8 TWh, serta adanya kenaikan harga jual rata-rata dari sebesar Rp 910,61/KWh menjadi Rp1.036,16/KWh.
Jumlah pelanggan yang dilayani perusahaan pada akhir Triwulan III 2015 mencapai 60,3 juta pelanggan atau naik 13,78% dari periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 56,5 juta pelanggan. Bertambahnya jumlah pelanggan ini juga mendorong kenaikan rasio elektrifikasi nasional yaitu dari 82,9% pada September 2014 menjadi 87,3% pada September 2015.
Perusahaan dapat melakukan efisiensi sehingga subsidi listrik pada Triwulan III 2015 turun sebesar Rp37,28 triliun menjadi sebesar Rp45,9 triliun dibandingkan Triwulan III 2014 sebesar Rp83,35 triliun.
Meskipun volume penjualan meningkat, namun beban usaha perusahaan turun sebesar Rp13,3 triliun atau 7,45% menjadi Rp164,7 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp177,9 triliun. Penurunan ini terjadi karena program efisiensi yang terus dilakukan perusahaan antara lain melalui substitusi penggunaan bahan bakar minyak/BBM dengan penggunaan batubara/energi primer lain yang lebih murah, dan pengendalian biaya bukan bahan bakar, serta turunnya harga komoditas energi primer. Efisiensi terbesar terlihat dari berkurangnya biaya BBM sebesar Rp28,46 triliun sehingga pada Triwulan III 2015 menjadi Rp27,4 trilliun atau 50,93% dari tahun sebelumnya Rp55,9 trilliun.
Dengan demikian Laba operasi/usaha Perseroan pada Triwulan III 2015 sebesar Rp41,8 triliun, turun sebesar Rp1,6 triliun atau 3,63% dibanding periode lalu sebesar Rp43,6 triliun. Pada Triwulan III 2015, Perseroan mengalami Rugi bersih sebesar Rp27,4 triliun terutama karena adanya rugi selisih kurs sebesar Rp45,7 trilliun akibat menurunnya nilai tukar Rupiah terhadap USD (kurs Rp/USD per 31 Desember 2014 dan per 30 September 2015 masing masing sebesar Rp12.440 dan Rp14.657).
Dengan diberlakukannya Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) 8 mulai tahun 2012, maka sebagian besar transaksi tenaga listrik antara PLN dengan pengembang listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) dicatat seperti transaksi sewa guna usaha. Kondisi ini berdampak pada liabilitas/hutang valas PLN meningkat signifikan dan laba rugi PLN sangat berfluktuasi dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah terhadap valas.
Untuk mengurangi beban operasi akibat mata uang Rupiah terdepresiasi terhadap mata uang asing terutama USD, Perusahaan mulai bulan April 2015 telah melakukan transaksi lindung nilai atas sebagian kewajiban dan hutang usaha dalam valuta asing yang akan jatuh tempo.
Total aset Perseroan bertambah Rp 21,9 triliun dalam 9 bulan ditahun 2015 sehingga menjadi Rp632,9 triliun per 30 September 2015 atau naik 3,59% dibanding 31 Desember 2014 sebesar Rp611,1 triliun. Kenaikan total aset ini terutama disebabkan oleh pertumbuhan asset operasional ketenagalistrikan sebesar Rp12,7 triliun (5,68 % ) sehingga menjadi Rp549,5 triliun, sejalan dengan adanya investasi terutama pada proyek pembangkit dan transmisi.
Laporan Keuangan tahun 2013 dan 2014 disajikan kembali atas penerapan PSAK 24: Imbalan Kerja yang menyebabkan perusahaan merubah kebijakan pengakuan keuntungan/kerugian aktuaria yang sebelumnya menggunakan pendekatan koridor (corridor approach) menjadi pendekatan pendapatan komprehensif lain (other comprehensif income/OCI). Dengan perubahan ini, keuntungan/kerugian aktuaria yang semula diamortisasi (atas jumlah diatas koridor) menjadi diakui seluruhnya pada OCI tahun berjalan.
PLN area Bekasi: ‘Dalam Kondisi Apapun Siap Siaga 24 Jam Nonstop Untuk Konsumen’
Andy menuturkan, curah hujan di Kota Bekasi yang cukup tinggi tentunya membuat PLN area Bekasi harus melakukan persiapan – persiapan guna meminimalisir hal – hal yang tidak diinginkan.
“Guna mengantisipasi dampak banjir, kami sudah membentuk tim penanggulangan bencana yang melibatkan seluruh karyawan dengan dikomandoi oleh beberapa petugas tertentu yang siap siaga selama 24 jam nonstop melayani konsumen,” ucap lelaki tinggi berkacamata kepada beritabekasi.co.id.
Andy mengaku pihaknya sudah mengantongi titik -titik wilayah yang berpotensi terkena banjir baik itu di Kota maupun di Kabupaten Bekasi.
“Kami akan siaga penuh di wilayah rawan banjir seperti Jatiasih, Perum Dosen IKIP, Pondok Mitra lestari, Waringin, Cikarang dan wilayah lainnya yang terindikasi akan banjir dengan menyiagakan unit – unit di masing – masing rayon dengan membuat posko – posko banjir, terkait hal tersebut PLN area Bekasi terus berkoordinasi dengan instansi – instansi terkait lainnya,” katanya.
Menurutnya, saat ini pihaknya sedang melakukan investigasi terus menerus dengan melakukan pemeliharaan dan tindakan preventif dengan tidak mau menunggu terjadinya gangguan, agar sebelum gangguan terjadi, pihaknya sudah terlebih dahulu ke lapangan.
“Bekasi dengan total 272 jalur penyulang, jumlah gangguan pasti ada, akan tetapi diakuinya tidak sebesar seperti yang dibayangkan, walau begitu tetap harus waspada, disisi eksternal PLN area Bekasi sudah berkoordinasi dengan Garnisun, Kodim 0507/Bekasi, Polresta Bekasi Kota dan Kabupaten, ” jelasnya.
PLN area Bekasi lanjutnya, akan terus siaga dalam antisipasi hujan lebat yang diprediksikan saat jelang perayaan imlek yang sebentar lagi tiba.
“Saat ini PLN area Bekasi sedang fokus dan melakukan siaga penuh karena kita meyakini saat jelang perayaan imlek curah hujan akan besar dan untuk mengantisipasinya kita menurunkan 18 tim yang tersebar di masing – masing rayon,” lanjutnya.
Agenda – agenda tersebut diatas ungkapnya, termasuk ke dalam program tiga bulan kedepan yang dicanangkan, meskipun dalam kondisi hujan, angin dan petir diharapkan PLN area Bekasi harus tetap handal.
“Apapun kondisi kita, sudah menjadi kewajiban PLN untuk memberikan yang terbaik untuk konsumen, pesan yang selalu saya sampaikan kepada tim adalah, kita harus bekerja dimulai dari sekarang ketimbang sudah terjadi masalah baru bekerja, dipastikan nantinya akan lebih sulit dalam mengatasinya,” pungkas Andy yang belum genap satu bulan menjabat sebagai Manager PLN area Bekasi menggantikan Hari Santoso yang saat ini mengemban tugas di PLN Purwakarta. (ton)
Beban Puncak Listrik Jawa-Bali Tembus 24.258 MW
Pertumbuhan beban puncak listrik menandakan semakin tingginya pemakaian listrik oleh konsumen, termasuk konsumen industri. Jumlah pelanggan juga terus bertambah. Penambahan jumlah pelanggan hingga triwulan III 2015 mencapai 2,8 juta, setara dengan penambahan daya tersambung sebesar 4.858 Mega Volt Ampere (MVA).
Kenaikan beban listrik diprediksi diantaranya juga karena faktor cuaca. Selama beberapa hari terakhir memang kondisi cuaca sangat panas sehingga memicu orang untuk menyalakan pendingin udara (AC) lebih lama. Dalam rumah tangga AC memang mengkonsumsi listrik paling besar dibanding alat-alat elektronik lainnya.
Jika merunut ke lima tahun terakhir, fenomena beban puncak listrik tertinggi di Sistem Jawa-Bali biasa terjadi setiap akhir tahun, sebagai berikut :
| No. | Tanggal | Waktu (WIB) | Beban Puncak Tertinggi (MW) |
| 1. | 20 Oktober 2010 | 18.00 | 18.100 |
| 2. | 30 November 2011 | 19.00 | 19.739 |
| 3. | 15 Oktober 2012 | 18.00 | 21.237 |
| 4. | 17 Oktober 2013 | 18.30 | 22.567 |
| 5. | 21 Oktober 2014 | 18.00 | 23.900 |
PLN berkomitmen untuk terus berupaya memenuhi kebutuhan pasokan listrik dengan membangun pembangkit-pembangkit baru, jaringan transmisi dan gardu induk.
Di samping itu, PLN juga menghimbau agar pelanggan lebih peduli dan bijak dalam menggunakan listrik, terutama untuk pemakaian yang bersifat konsumtif. Hal ini bisa dilakukan dengan mematikan alat-alat elektronik, seperti televisi, radio, dan Air Conditioner (AC) yang sedang tidak digunakan. Bijak menggunakan listrik akan menekan pemakaian dan menghemat tagihan listrik.
Tarif Listrik Januari 2016 Turun
Jakarta, 29 Desember 2015 – Mulai
Januari 2016 tarif listrik kembali mengalami penyesuaian. Hal ini
berlaku untuk 12 golongan tarif yang sudah tidak disubsidi pemerintah.
Dibandingkan bulan lalu, 10 dari 12 golongan tarif tersebut mengalami
penurunan hingga Rp 100,00. Hal ini disebabkan oleh penguatan nilai
tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat dan penurunan harga minyak
mentah.
Tarif Rumah Tangga daya 1.300 Volt Ampere
(VA) ke atas turun dari Rp 1.509,38 per kilo Watt hour (kWh) pada bulan
Desember 2015, menjadi Rp 1.409,16 pada Januari 2016. Tarif bisnis daya
6.000 VA ke atas dan kantor pemerintah daya 6.600 VA ke atas juga turun
hingga Rp 100,00. Selain itu, tarif industri juga mengalami penurunan
tipis dari bulan lalu.
Sesuai Peraturan Menteri (Permen) Energi
dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 31/2014 sebagaimana telah diubah
dengan Permen ESDM No 09/2015, tariff adjustment diberlakukan
setiap bulan, menyesuaikan perubahan nilai tukar mata uang Dollar
Amerika terhadap mata uang Rupiah, harga minyak mentah dan inflasi
bulanan. Dengan mekanisme tariff adjustment, tarif listrik setiap bulan
dimungkinkan untuk turun, tetap atau naik berdasarkan ketiga indikator
tersebut.
Berikut kedua belas golongan tarif yang menerapkan mekanisme tariff adjustment :
- Rumah Tangga R-1/Tegangan rendah (TR) daya 1.300 VA
- Rumah Tangga R-1/TR daya 2.200 VA
- Rumah Tangga R-2/TR daya 3.500 VA s.d 5.500 VA
- Rumah Tangga R-3/TR daya 6.600 VA ke atas
- Bisnis B-2/TR daya 6.600VA s.d 200 kVA
- Bisnis B-3/Tegangan Menengah (TM) daya diatas 200 kVA
- Industri I-3/TM daya diatas 200 kVA
- Industri I-4/Tegangan Tinggi (TT) daya 30.000 kVA ke atas
- Kantor Pemerintah P-1/TR daya 6.600 VA s.d 200 kVA
- Kantor Pemerintah P-2/TM daya diatas 200 kVA
- Penerangan Jalan Umum P-3/TR dan
- Layanan khusus TR/TM/TT.
Informasi lebih lengkap dapat ditanyakan ke Contact Center PLN 123, atau melalui website www.pln.co.id.
INFO PLN
Presiden Jokowi : Kapal Pembangkit Listrik Tepat Untuk Negara Kepulauan
Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa setiap kali dirinya
berkunjung ke daerah, baik provinsi, kabupaten dan kota. “Selalu
keluhannya adalah kurang listrik, krisis listrik, mati lampu,” ujar
Presiden ketika meluncurkan pengoperasian Kapal Pembangkit Listrik
Marine Vessel Power Plant (MVPP) PT PLN (Persero) di Tanjung Priok,
Jakarta Utara, Selasa 8 Desember 2015.
Oleh
sebab itu, kata Presiden, selain program 35 ribu MW, diperlukan program
cepat untuk mengatasi krisis listrik yang terjadi di banyak daerah.
“Kita telah pesan lima pembangkit listrik di atas kapal seperti ini.
Sekarang baru selesai satu, nanti enam bulan akan tambah empat lagi,”
ujar Presiden.
Kapal-kapal pembangkit listrik itu semuanya akan diluncurkan ke beberapa daerah. Di wilayah timur misalnya, akan ditujukan ke Sulawesi Selatan, Maluku dan Nusa Tenggara Timur, sedangkan di wilayah barat akan ditempatkan di Sumatera Utara. “Karena negara kita adalah negara kepulauan, kita punya 17 ribu pulau. Saya kira pembangkit listrik di atas kapal seperti ini yang bergerak dari satu pulau ke pulau lain, kemungkinan ini paling tepat untuk Indonesia,” ujar Presiden.
Presiden mengatakan bahwa Kapal Pembangkit Listrik yang baru diluncurkan akan diberangkatkan menuju Sulawesi Utara dan Gorontalo. “Karena keluhannya pertama saya jadi Presiden adalah soal listrik di Gorontalo,” ucap Presiden.
Ketika meninjau kapal ini, Presiden didampingi antara lain oleh Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri BUMN Rini Sumarno, Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Dirut PLN Sofyan Basir. Presiden sempat berkeliling ke bagian operator dari kapal dan melihat pembangkit listrik di bagian atas kapal tersebut.
Diproduksi Di Dalam Negeri
Presiden mengatakan bahwa dirinya mengatakan kepada pemilik Marine Vessel Power Plant agar lima kapal pembangkit listrik lainnya dibangun di Indonesia, karena ke depan kebutuhan akan kapal seperti ini sangat banyak. “Disampaikan oleh pemilik, mereka akan mengerjakannya di Indonesia, mungkin nanti joint dengan BUMN atau perusahaan dari Indonesia,” ucap Presiden.
Marine Vessel Power Plant buatan tahun 2014 disewa oleh PLN selama jangka waktu 5 tahun dalam rangka memenuhi kebutuhan pembangkit listrik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kapal ini bisa dioperasikan dengan dua bahan bakar yaitu fuel jenis heavy fuel oil dan gas.Kapal buatan Turki ini memiliki titik interkoneksi di sisi tegangan tinggi, 70 kV/150 kV).
Kapal-kapal pembangkit listrik itu semuanya akan diluncurkan ke beberapa daerah. Di wilayah timur misalnya, akan ditujukan ke Sulawesi Selatan, Maluku dan Nusa Tenggara Timur, sedangkan di wilayah barat akan ditempatkan di Sumatera Utara. “Karena negara kita adalah negara kepulauan, kita punya 17 ribu pulau. Saya kira pembangkit listrik di atas kapal seperti ini yang bergerak dari satu pulau ke pulau lain, kemungkinan ini paling tepat untuk Indonesia,” ujar Presiden.
Presiden mengatakan bahwa Kapal Pembangkit Listrik yang baru diluncurkan akan diberangkatkan menuju Sulawesi Utara dan Gorontalo. “Karena keluhannya pertama saya jadi Presiden adalah soal listrik di Gorontalo,” ucap Presiden.
Ketika meninjau kapal ini, Presiden didampingi antara lain oleh Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri BUMN Rini Sumarno, Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Dirut PLN Sofyan Basir. Presiden sempat berkeliling ke bagian operator dari kapal dan melihat pembangkit listrik di bagian atas kapal tersebut.
Diproduksi Di Dalam Negeri
Presiden mengatakan bahwa dirinya mengatakan kepada pemilik Marine Vessel Power Plant agar lima kapal pembangkit listrik lainnya dibangun di Indonesia, karena ke depan kebutuhan akan kapal seperti ini sangat banyak. “Disampaikan oleh pemilik, mereka akan mengerjakannya di Indonesia, mungkin nanti joint dengan BUMN atau perusahaan dari Indonesia,” ucap Presiden.
Marine Vessel Power Plant buatan tahun 2014 disewa oleh PLN selama jangka waktu 5 tahun dalam rangka memenuhi kebutuhan pembangkit listrik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kapal ini bisa dioperasikan dengan dua bahan bakar yaitu fuel jenis heavy fuel oil dan gas.Kapal buatan Turki ini memiliki titik interkoneksi di sisi tegangan tinggi, 70 kV/150 kV).
Minggu, 27 Desember 2015
Para Direksi PLN Terkini
Direksi
Info PLN : Alamat Rayon PLN Daerah Bekasi
PETUNJUK ALAMAT PT PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA BARAT & BANTEN
BEKASI
| Cabang | Alamat | Telp. | Fax. |
|---|---|---|---|
| APJ Bekasi | Jl. Cut Meutia No. 44 Bekasi | 021 8812222 | 021 8816130 |
| UPJ Bekasi Kota | Jl. Cut Meutia No. 44 Bekasi | 021 8812222 | 021 8805353 |
| UPJ Cikarang | Jl. Sukaresmi Raya No. 1 Lippo Cikarang - Kab. Bekasi | 021-8973983 021-89906143 | 021- 8974451 |
| UPJ Tambun | Jl. Sultan Hasanudin Blok A1, 21 22 Plaza Metropolitan Tambun | 021-88362109/110 | 021-88363779 |
| UPJ Medan Satria | Jl. Sultan Agung No. 353 Pondok Ungu - Kodya Bekasi | 021 88861440 | 021 8846123 |
| UPJ Bantar Gebang | Jl. Jati Mulya Raya Komp. Ruko Graha Mutiara Kodya Bekasi | 021-82424347 | 021-8270111 |
| UPJ Lemah Abang | Jl. Cikarang Baru Raya No 158-160 Cikarang | 021-89108282 | 021-89108383 |
| UPJ Babelan | Jl. Raya Babelan Ds Kebalen RT 01/01 No. 2 Kec Babelan Bekasi | 021-89133541 021-89133671 | |
| UPJ Mustika Jaya | Jl. Raya Legenda - Ciketing, Mustika Jaya Bekasi | 021-82606227 021-82604311 | 021-82600909 |
| UPJ Cibitung | Jl. Raya Imam Bonjol Km 45.7 | 021-88323430 | 021-8835540 |
| UPJ Prima Bekasi | Jl. Jend A. Yani No 14 Bekasi | 021-8841670 021-8890977 | 021 8843292 |
Info PLN
Pemerintah Serahkan Data Rumah Tangga Miskin dan Rentan Miskin Dengan Listrik 900 VA ke PLN
(Jakarta, 20 Desember 2015) –
Pemerintah yang diwakili oleh Direktorat Jenderal
Ketenagalistrikan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral menyerahkan
salinan elektronis data rumah tangga miskin dan rentan miskin yang
menggunakan listrik 900 Volt Ampere (VA) ke PLN, Selasa (15/12). Serah
terima dilakukan oleh Kepala Sub Direktorat Harga dan Subsidi Listrik
Jisman P. Hutajulu kepada Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun, dan
Kepala Divisi Sistem dan Teknologi Informasi PLN Agus Sutiawan.
Data elektronis yang diberikan dalam
bentuk satu keping Compact Disc (CD) ini berasal dari Pemutakhiran Basis
Data Terpadu 2015 oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan
Kemiskinan (TNP2K). Berdasarkan data tersebut, ada 4.016.948 rumah
tangga miskin dan rentan miskin yang layak menerima subsidi listrik
dengan daya 900 VA. Hingga November 2015, jumlah pelanggan PLN dengan
tarif R1-900 VA sebesar 22.639.000 rumah tangga, sementara pelanggan
dengan tarif R1-450 VA sebesar 22.997.595 rumah tangga.
Untuk memastikan tarif listrik bersubsidi
dirasakan oleh masyarakat kurang mampu, PLN akan melakukan pemadanan
data pelanggan dengan data TNP2K. Pemadanan data penerima subsidi
listrik golongan tarif R-1 900 VA ini dimulai pada Januari 2016 dengan
survey lapangan, yaitu mendatangi satu-per-satu rumah tangga sesuai data
TNP2K.
Agar pemadanan data berjalan dengan baik,
PLN akan melakukan sinergi dengan berbagai pihak terkait. Langkah
sinergis ini bertujuan untuk memastikan data TNP2K terdistribusi dengan
tepat ke masing-masing Unit PLN hingga ke unit terkecil, yaitu
Rayon/Ranting dan memastikan kesiapan SDM yang bertanggungjawab dalam
survey pendataan. Selain itu, PLN juga akan memastikan masyarakat tahu
sarana untuk menyampaikan keluhan atau keberatan, serta memastikan bahwa
aparat pemerintah setempat mengetahui adanya kegiatan pendataan subsidi
listrik tepat sasaran.
Seperti diketahui sebelumnya, pemerintah
menetapkan bahwa subsidi listrik bagi pelanggan rumah tangga hanya
diperuntukan bagi rumah tangga miskin dan rentan miskin yang terdapat
pada data TNP2K. Oleh karena itu, layanan penyambungan baru dan
perubahan daya (PB/PD) untuk konsumen rumah tangga daya 450 VA dan 900
VA hanya dapat diproses apabila menyertakan fotokopi salah satu dari
dokumen yang diterbitkan oleh pemerintah, yakni Kartu Keluarga
Sejahtera (KKS), Kartu Perlindungan Sosial (KPS), Kartu Indonesia Sehat
(KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Apabila pelanggan termasuk dalam kategori miskin dan rentan miskin, namun tidak terdaftar dalam data TNP2K, maka dapat melapor ke Kantor Kelurahan setempat untuk dimintakan konfirmasinya kepada TNP2K.
Apabila pelanggan termasuk dalam kategori miskin dan rentan miskin, namun tidak terdaftar dalam data TNP2K, maka dapat melapor ke Kantor Kelurahan setempat untuk dimintakan konfirmasinya kepada TNP2K.
Kontak :
Bambang DwiyantoPlt. Kepala Satuan Komunikasi Korporat
Tlp. 021 7261122 / 081 1229 4211
Jumat, 25 Desember 2015
Langganan:
Komentar (Atom)
